Kuliah Lintas Budaya Magister Psikologi Mempelajari Perilaku Manusia yang Dipengaruhi Budaya

Selasa, 09 Agustus 2016 - 09:59:20 WIB
Dibaca: 178 kali

Kuliah lapangan Lintas Budaya yang dilakukan mahasiswa Magister Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi) UNTAG Surabaya di Suku Osing, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi untuk mempelajari perilaku manusia yang dipengaruhi oleh budaya. Hal ini diungkapkan oleh dosen Fakultas Psikologi, RR. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si, Psikolog saat dikonfirmasi warta17agustus.com disela-sela kegiatan di Suku Osing, Jum’at (5/8/2016).

“Mata kuliah Lintas Budaya lebih banyak membahas perilaku manusia yang dipengaruhi budaya-budaya setempat. Pernah juga ke Suku Tengger, sekarang ke Osing, dan semester depan akan mencari suku-suku lainnya di Indonesia yang memiliki ciri khas,” kata Amanda yang juga menjabat sebagai Ketua Unit Pelayanan dan Konsultasi Psikologi (UPKP) itu.

Lebih lanjut Amanda mengatakan, Psikologi Lintas Budaya merupakan kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk, dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Sedangkan tujuan dari Psikolog Lintas Budaya itu sendiri untuk melihat manusia dan perilakunya dengan kebudayaan yang ada di sekitar.

“Masing-masing mahasiswa memilih fokus yang berbeda-beda, ada yang mempelajari tentang proses pernikahan, bentuk rumah, tarian, dan masih banyak lagi. Diharapkan dengan mempelajari budaya setempat mahasiswa dapat ilmu pengetahuan baru, selain yang sudah mereka ketahui selama ini,” tambahnya.

Kuliah lapangan Lintas Budaya yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Magister Psikologi angkatan 34 itu berlangsung selama dua hari, Jum’at-Sabtu (5-6/8/2016). Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Rektor 1 UNTAG Surabaya, Dr. Andik Matulessy, M.Si, Dosen Mata Kuliah Lintas Budaya, Prof. Dr. Suryanto, M.Si, dan Niken Titi Pratitis, S.Psi, M.Si, Psikolog

“Untuk Magister Psikologi ini sudah kedua kalinya, untuk S1 baru sekali. Kegiatan kuliah lapangan Lintas Budaya akan terus dilakukan,” tutup Amanda.

Komentar