Workshop Urban Spirit Studies Dengan Prof. Kenta dari Akita University of Art (Jepang)
Senin, 19 Januari 2026 - 08:33:29 WIBDibaca: 30 kali
Surabaya, 7 Januari 2026 — Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bekerja sama dengan Akita University of Art (Jepang) menyelenggarakan kegiatan Urban Spirit Studies Workshop yang diinisiasi oleh OHS (Operations for Habitat Studies). Workshop ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 7 hingga 11 Januari 2026, dan menjadi wadah kolaborasi akademik lintas negara dalam kajian psikologi perkotaan, ruang hidup, dan dinamika sosial masyarakat urban.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Kenta sebagai perwakilan dari Akita University of Art, serta dihadiri oleh jajaran dosen dan pimpinan struktural Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Kehadiran akademisi internasional tersebut memperkuat dimensi global dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman riset terkait isu-isu habitat manusia dan kesehatan psikososial di lingkungan perkotaan.
Workshop dirancang dalam bentuk sesi diskusi interaktif, presentasi kelompok, pemetaan masalah perkotaan, hingga perumusan gagasan berbasis pendekatan multidisipliner antara psikologi, seni, dan studi lingkungan. Para peserta terlibat aktif dalam mengkaji bagaimana ruang kota memengaruhi perilaku, kesejahteraan mental, serta identitas sosial masyarakat.
Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Untag Surabaya, kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, yang menunjukkan tingginya antusiasme serta relevansi tema urban studies dalam konteks akademik dan praktis saat ini.
Perwakilan Fakultas Psikologi Untag Surabaya menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kerja sama berkelanjutan dalam bidang penelitian, pengembangan kurikulum, serta program pertukaran akademik internasional.
Melalui Urban Spirit Studies Workshop, OHS, Akita University of Art, dan Fakultas Psikologi Untag Surabaya berkomitmen untuk mendorong pengembangan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada pemahaman kontekstual terhadap tantangan kehidupan urban yang semakin kompleks.






